ISTILAH suap akhir-akhir ini ngetren
lagi di tengah masyarakat kita. Tapi bukan suap dalam kaitan memasukkan nasi ke
dalam mulut. Tapi suap yang menyebabkan sejumlah orang harus berurusan dengan
penegak hukum.
Menurut kamus, arti kata suap yang
tengah kita perbincangkan ini adalah “uang sogok”. Orang lebih mengenalnya
sebagai “uang pelicin”. Namanya juga pelicin, tentulah dipergunakan untuk
memuluskan jalannya berbagai hal, agar segala sesuatu yang dianggap hambatan
bisa teratasi sesuai harapan penyuap.
Tidak ada “suap” atau “pelicin” yang
disandingkan dengan sesuatu yang baik. Selalu ada sesuatu yang tidak beres di
dalamnya. Seseorang melakukan suap karena memang dia tidak beres dan harus
berhadapan dengan hukum. Dia juga tidak mungkin menyuap, jika tidak ada
keinginan mendapatkan imbalan dari sogokan yang diberikannya.
Setiap profesi memiliki risiko untuk
terjebak ke dalam dunia suap menyuap. Sebab batas antara kekuatan iman dan
terjerumus ke dalam godaan, hanyalah setipis kulit bawang. Manusia bukan
malaikat yang tidak membutuhkan materi. Manusia adalah makhluk penggoda dan
gampang digoda. Kadang tidak menyadari, akibat ketergodaannya itu menimbulkan
kerugian tidak terkira bagi diri dan sesamanya.
Seorang wartawan bisa saja tidak
memberitakan kasus yang menyangkut kepentingan masyarakat banyak, ketika
tergoda uang suap dari orang yang terlibat dalam kasus bersangkutan. Seorang
polisi dapat saja membatalkan proses tilang, ketika si pelanggar menggodanya
dengan sodoran sejumlah uang.
Dan kita sekarang tengah menonton
kasus suap digelar dalam sebuah panggung besar di republik ini. Mereka yang
terlibat adalah orang-orang yang diberi amanah oleh rakyat untuk bekerja
dengan benar sesuai undang-undang. Mereka seharusnya menjadi orang-orang yang
bisa diandalkan memperbaiki berbagai kerusakan di tengah bangsa ini.
Di antara mereka ada anggota Dewan
Perwakilan Rakyat alias wakil rakyat, ada pula penegak hukum setingkat jaksa
agung muda di gedung Kejaksaan Agung. Uang yang diduga menjadi alat suapnya
juga bukanlah ecek-ecek, tetapi benar-benar fantastis. Jumlahnya mulai dari
ratusan juta hingga miliaran rupiah.
Suap merupakan suatu tindakan yang
tidak etis, namun pada dasarnya suap itu dapat dicegah dan diberantas. Yang
paling penting adalah bagaimana suatu pemerintah yang mempunyai sikap tegas
dalam membereskan kasus suap yang ada di negeri ini agar para pencuri uang
negara tidak bebas berkeliaran dan hidup nyaman di republik ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar