Sabtu, 12 Januari 2013

TUGAS SOFTSKILL AKHIR ETIKA PROFESI AKUNTANSI

1.   Bagaimanakah budaya organisasi bisa mempengaruhi perilaku etis?
suatu budaya organisasi yang paling cenderung mendorong standar etika yang tinggi adalah budaya yang tinggi dalam mentolerir  risiko, tinggi pengendaliannya, dan tinggi konfliknya. peranan budaya dalam kehidupan manusia sangat berpengaruh yang tidak lepas dari lingkungan sekitar diantaranya nilai-nilai keagamaan yang dapat menjadi landasan dalam perilaku sehari-hari. Budaya organisasi yang berhasil dapat didasarkan pada kemampuan untuk menyesuaikan diri, keterlibatan, misi yang jelas, dan kemantapan atau konsistensi.
2.   Apa yang menentukan tingkat intensitas masalah etika?
  • Etika Organisasi, Merupakan sekumpulan aturan dalam kegiatan  organisasi
  • Tingkat kesepakatan bahwa tindakan tersebut salah.
  • Etika profesi, merupakan sekumpulan aturan yang mengarahkan perilaku kalangan profesi tertentu.
  • Kedekatan pelaku tindakan dengan mereka yang potensial menjadi korban dari tindakan tersebut.
  • Etika Sosial, merupakan aturan  yang mengarahkan tindakan dalam bermasyarakat.

3.   Faktor yang mempengaruhi etika secara Internasional :
a.       Tanggung jawab
b.      Kejujuran
c.       Integritas
d.      Objektivitas
e.       Independensi
f.       Profesionalisme

4.   Contoh skandal dibidang Akuntansi dalam kurun waktu 2005-2012 :

Kasus PT GREAT RIVER INTERNATIONAL Tbk

Pelanggaran yang terjadi pada PT GREAT RIVER INTERNATIONAL Tbk yaitu overstatement atau kelebihan pencatatan akun penjualan menggunakan metode yang berbeda dari ketentuan yang ada pada tahun 2007. Di mana PT Great River Internasional Tbk menyertakan nilai ekspor dengan mencantumkan harga bahan baku, aksesoris, ongkos kerja dan laba perusahaan. Padahal perusahaan menerima order pakaian dari luar negeri dengan bahan baku dari pemesan sehingga perusahaan hanya mengeluarkan ongkos operasi pembuatan pakaian. Namun alasan perusahaan mengapa disertakan biaya lain yaitu untuk menghindari dumping dan sanksi perpajakan.
Bapepam juga menemukan beberapa pelanggaran yaitu adanya indikasi penipuan dalam penyajian laporan keuangan dengan kelebihan pencatatan penyajian akun penjualan dan piutang dalam laporan keuangan tersebut di mana kelebihan itu berupa penambahan asset tetap dan penggunaan dana hasil emisi obligasi yang tanpa pembuktian.
kesalahan pencatatan atas laporan keuangan perusahaan dengan penggelembungan akun penjualan, piutang dan asset hingga ratusan miliar rupiah di Great River, maka Great River mengalami kesulitan dalam membayar utangnya (selain kesulitan membayar utang, perusahaan juga gagal membayar obligasi senilai 300 milyar). Penggelembungan akun-akun/kesalahan pencatatan yang menyebabkan overstatement tidak menggambarkan kondisi nyata keuangan pada perusahaan tersebut.